Siapa Sosok Illuminati yang Singgah di Cirebon? oleh - teorikonspirasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website teorikonspirasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Siapa Sosok Illuminati yang Singgah di Cirebon? oleh - teorikonspirasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

LAMBANG Illuminati yang paling umum adalah segitiga yang berpuncak ilustrasi satu mata. 

Rata-rata sejarawan pengulik teori konspirasi mengambil kesimpulan bahwa Illuminati pada era modern memperoleh reputasi yang jauh dilebih-lebihkan ketimbang fakta sebenarnya. Meski mengacu pada beberapa organisasi, Illuminati yang populer dalam narasi teori konspirasi paling sering merujuk pada Bavarian Illuminati.

Phill Edward menjelaskan melalui kanal Vox, Bavarian Illuminati dibentuk pada 1776. Perkumpulan rahasia ini diinisiasi oleh filsuf Jerman Adam Weishaupt yang amat mempercayai nilai-nilai pencerahan.

Weishaupt dan pengikutnya giat mempromosikan ide-idenya ke lingkaran elite Jerman dan Eropa, terutama elite politik, agar bisa menjalarkan pengaruhnya saat target benar-benar berkuasa. Mereka berkeyakinan pada pemikiran rasional hingga kemandirian pribadi (atau masyarakat).

Para pendiri hanya berjumlah enam hingga sembilan orang, tapi anggota berkembang hingga kisaran seribu. Cara meluaskan organisasi tergolong cerdik, yakni menjadi sel tidur di organisasi lain. Salah satunya dengan menyusup ke Freemansory, organisasi persaudaraan yang juga bersifat tertutup tapi berumur lebih panjang.

Banyak mitos yang menyelubungi keberadaan Freemasonry. Di Indonesia, jejaknya banyak terekam. Anggotanya menolak disebut aktivitas organisasi rahasia.

Relief itu tertempel megah mengitari pintu masuk Museum Prasasti di jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Bertinggi sekira 2 meteran, batu-batu kuno itu berjumlah 17.

Di antara belasan prasasti tersebut, ada satu yang cukup menarik perhatian, yakni, prasasti milik Lodewyk Schneider. Kasat mata, prasasti miliknya tak berbeda jauh dari prasasti-prasasti lainnya: tertempel menjulang, berkelir laiknya batu, dan memiliki jenis huruf yang hampir serupa.

Namun, jika melihat bagian paling bawah, akan Anda sadari maksud kalimat “menarik perhatian” tadi. Di sana, terdapat sebuah logo jangka dan penggaris segitigaâ€"dengan posisi terbalik.

Jika mengikuti teori-teori konspirasi, Anda akan dengan cepat tahu logo apa itu. Yaitu, logo Freemasonryâ€"sebagian orang menyebutnya Freemason.

Di Cirebon, jarak tempuh sekisar 17 km dari pusat kota Cirebon menuju Palimanan. Tepat di jalan Agus Salim, Palimanan Timur, Gapura Selamat Datang di Kawasan Pabrik Gula Gempol, belakang SD Negeri Gempol, “Di sinilah kuburan-kuburan Belanda itu, mas,” kata Raka, seseorang yang menunjukkan kepada Radar Cirebon Group.

Barisan liar semak belukar dan gundukan ranting-ranting pohon menjalar di tanah. Tak ada satu petunjuk pun yang membuktikan bahwa tempat tersebut adalah kawasan pemakaman Belanda.

“Hati-hati, Mas, tempat itu angker,” seloroh ibu May, penjual jajanan di samping SD Negeri Gempol.

Namun, rasa ingin tahu soal keberadaan organisasi yang kerap dibumbui mitos oleh masyarakat Indonesia. Yaitu soal eksistensi organisasi Freemasonryâ€"didirikan di dunia sebelum 1717, membunuh suasana angker di kawasan itu.

Dengan menggunakan parang, mencerai berai barisan liar belukar. Satu per satu, makam-makam Belanda mulai tampak di permukaan. Susunan nisan yang sudah rusak, beberapa bagian makam roboh, dan beberapa masih tertimbun tanah.

“Dulu, makam ini, ada patung wanita seperti Bunda Maria,” ungkap Raka sambil membersihkan akar-akar liar yang menutupi makam, berbentuk tugu. Dia memastikan bahwa di atas tugu itu ada patung Bunda Maria. “Ada orang jahil, patung itu sudah hilang,” imbuhnya.

Sejenak, mengamati perlahan kompleks tersebut, teringat Museum Prasasti, Jalan Tanah Abang I No. 1 Jakarta Pusat. Sebuah museum, yang lebih tepat jika dikatakan sebagai kawasan pemakaman para tokoh penting petinggi Belanda atau orang Eropa pada masa kolonial.

Makam-makam kuno itu ditandai dengan koleksi prasasti nisan karya seni masa lampau sebanyak 1.372 makam yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu.

Sampai jelang tengah hari, kurang lebih empat makam. Selain nisan dari marmer ataupun batu alam, yang telah hilang diduga dicuri orang. Terdapat sebuah makam yang tertimbun sampah dan pohon pisang yang roboh.

Makam itu sedikit sulit dijangkau karena keberadaannya dikelilingi pohon-pohon yang tumbuh liar. Degup jantung tak beraturan, dan selayang mata terdiam, menyaksikan makam itu bergaya illuminati, saat lumut-lumut yang menempel mulai tersingkap.

Berbekal buku Codex Magica, Secret Signs, Mysterious, and Hidden Codex of the Illuminati karya Texe Marrs jejak makam di Kawasan Pabrik Gula Gempol, sedikit mulai terungkap. “Mereka ada di mana-mana. Cerdik menyamar. Tayang di TV, terselip di berbagai majalah, dan bersembunyi di biro periklanan yang berpengaruh. Terkadang keberadaan mereka tidak kentara atau tanpa disadari,” kata Texe Marrs.

Dugaan purnawirawan perwira karir USAF ini, bisa saja jadi benar. Pada galibnya, Illuminati seringkali didefinisikan sebagai organisasi terselubung atau intrik. Mereka diyakini sebagai konspirator untuk mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah atau korporasi demi mendirikan tatanan dunia baru.

Kini, lambang, simbol dan prasasti tersebut meninggalkan jejaknya di Kawasan Pabrik Gula Gempol, tahun 1847.

Jika dilihat kasat mata, makam berbentuk segitiga itu memiliki makna penting dalam semua ranah Illuminati. Baik dalam upacara ritual Rosicrucian dan kaum Mason. Segitiga selalu dipakai.

Ordo Rosicrucian sangat bergantung pada segitiga sebagai media untuk menanamkan dan menyampaikan ajarannya kepada kandidat yang naik derajat. Mungkin saja. Jasad orang yang berada di makam tersebut, adalah orang yang dinaikkan derajatnya.

Kultus Teosofi Helena Blavatsky yang terkenal di seluruh dunia dan turunannya, Lucis Trust, dipimpin selama bertahun-tahun oleh penulis okultisme produktif, Alice Bailey, juga mengadopsi segitiga sebagai simbol ajaran mereka.

Tahun 1937, Lucis Trust mendirikan cabang kelompok bernama Triangles yang saat ini menganjurkan orang-orang di seluruh dunia untuk bergabung dalam jaringan mereka. Mereka membentuk kelompok segitiga lokal berisi tiga orang yang sering datang bersama-sama dan bermeditasi.

Artinya, dilihat dari sejarahnya, temuan makam berbentuk illuminati ini, melengkapi pelawatan gerakan theosofi di Indonesia.

Majalah Indisch Macconniek Tjidschrift, No 11, Agustus 1941 dan No 1 Oktober 1941, milik kelompok Freemasonry yang terbit di Semarang menulis keberadaan loge-loge Freemasonry di Hindia Belanda yang satu sama lain saling berhubungan. Majalah itu menulis aktivis Freemasonry yang disebut bro. Nama loge Chirebon, Bro G. van Owerkerk. (wb)

Itulah tadi informasi dari daftar poker pulsa mengenai Siapa Sosok Illuminati yang Singgah di Cirebon? oleh - teorikonspirasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami teorikonspirasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar