Awalnya Tidak Percaya, Setelah Dicek ke DPUPR Ternyata… oleh - teorikonspirasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website teorikonspirasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Awalnya Tidak Percaya, Setelah Dicek ke DPUPR Ternyata… oleh - teorikonspirasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

KEJAKSAN â€" Ratusan massa dari berbagai komponen masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Cirebon, kemarin (17/4). Mereka menyoroti dugaan permainan proyek dan persekongkolan oleh anggota dewan dan Pemerintah Kota Cirebon. 
walikota cirebon tanggapi proyek dpupr
Walikota Cirebon Nasrudin Azis jalan kaki. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon
Saat massa melakukan aksi, di dalam gedung dewan sedang berlangsung rapat paripurna yang dihadiri juga Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH. Usai berorasi, perwakilan massa akhirnya diterima untuk berdiskusi, di ruang VIP gedung dewan. 
Mereka ditemui langsung Ketua DPRD, Edi Suripno SIP MSi dan Walikota Azis. Di hadapan dua orang penting itu, perwakilan massa mengingatkan agar eksekutif dan legislatif fokus menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Bukan bermain proyek plat merah.
“Walikota dan DPRD agar fokus pada tupoksinya. Jangan mengurusi hal-hal lain di luar itu. Saya minta Pak Walikota dan Pak Ketua DPRD kedepan tidak seperti ini lagi (diduga mengondisikan sejumlah proyek, red),” ungkap Koordinator Aksi, Ichwan Malik.
Senada disampaikan pendemo lainnya, Reno. Ia menjelaskan, demo yang dilakukannya merupakan kelanjutan dari demo serupa beberapa hari lalu. Saat itu, pihaknya menduga ada konspirasi besar antara eksekutif dan legislatif untuk mengondisikan sejumlah proyek.
“Awalnya kami tidak percaya. Tapi setelah dicek ke DPUPR, kami disodorkan daftar proyek yang ditandai, milik anggota dewan A, B, dan C. Termasuk walikota. Kita tidak harapkan hal itu terjadi,” kata Reno.
Menanggapi beberapa aspirasi yang disampaikan pendemo, Walikota Azis mengatakan, pihaknya bersama DPRD dan komponen masyarakat lainnya memiliki semangat yang sama untuk membangun kota.
“Pada prinsipnya kita punya semangat yang sama untuk mewujudkan pembangunan yang baik. Hanya saja memunculkan pendapat dan sudut pandang berbeda. Tapi masukan ini akan menjadi catatan bagi kita untuk lebih baik lagi,” kata Azis.
Ia membantah tuduhan dirinya mengondisikan sejumlah proyek plat merah. “Semua diatur sesuai aturan yang berlaku,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Senada disampaikan Edi Suripno. Dijelaskannya, aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, berawal dari masukan pada saat reses anggota dewan di tiap dapil. “Kemudian diakumulasikan melalui rapat paripurna dewan. Semua aspirasi itu yang mengerjakan eksekutif,” kata Edi.
Usai berdialog dengan para pendemo, Azis kemudian meninggalkan gedung dewan untuk menuju balaikota. Namun, melihat para pendemo yang berdiri di bawah terik matahari, orang nomor satu di Kota Cirebon itu memutuskan untuk jalan kaki. Pintu mobil yang sudah terbuka untuknya, ditutup Azis.
Lantaran masih banyak massa pendemo, Azis berjalan menuju balaikota dikawal sejumlah petugas kepolisian dan Satpol PP. Ia bahkan melewati kerumunan massa pendemo di depan gerbang gedung dewan. “Saya jalan kaki saja tidak apa-apa. Biar sama-sama merasakan panas matahari,” kata Azis. (jri)

Itulah tadi informasi dari judi slot online mengenai Awalnya Tidak Percaya, Setelah Dicek ke DPUPR Ternyata… oleh - teorikonspirasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami teorikonspirasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar