Anggota Dewan Merasa Dilecehkan oleh - teorikonspirasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website teorikonspirasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Anggota Dewan Merasa Dilecehkan oleh - teorikonspirasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Fraksi PDIP dan Fraksi Nasdem Layangkan Kecaman, Salahkan TAPD

KEJAKSANâ€" Fraksi PDI Perjuangan menjadi yang paling terlihat emosional ketika menyaksikan Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH walkout dari rapat paripurna. Fraksi PDIP menuding, apa yang dilakukan Azis adalah wujud arogansi yang ditunjukkan oleh orang nomor satu di Kota Cirebon itu.

cicip awaludin
Cicip Awaludin SH. doc. Rakyat Cirebon

“Hari ini (kemarin, red) kita melihat wajah sesungguhnya walikota. Arogansi walikota sangat luar biasa. Jelas ini arogansi walikota,” ungkap Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Cirebon, Cicip Awaludin SH kepada Rakyat Cirebon.

Bahkan, Cicip mengendus, ada konspirasi yang dilakukan oleh Fraksi Partai Demokrat sebagai partai pengusung Walikota Azis untuk membuat chaos rapat paripurna DPRD tersebut. “Karena kejadian ini sudah mulai terlihat sejak awal. Ketika interupsi yang dilakukan Andru (Ketua Fraksi Demokrat Handarujati Kalamullah, red) untuk mempertanyakan penundaan pengesahan APBD,” kata Cicip.

Menurut Cicip, walikota seharusnya bisa bersikap lebih dewasa dan tidak mempermalukan diri sendiri serta DPRD. Ia menilai, walikota telah melakukan penghinaan terhadap DPRD.  “Dengan sekonyong-konyong walikota menolak. Harusnya walikota menanyakan dulu. Ini jelas penghinaan terhadap DPRD,” katanya.

Senada disampaikan anggota Fraksi PDIP, Didi Sunardi. Menurutnya, dengan melakukan walkout, walikota menunjukkan bahwa ia tidak mampu mengatasi persoalan dengan kepala dingin. “Sangat pragmatis sekali walikota walkout,” katanya.

Didi menuding walkout-nya walikota dilatarbelakangi oleh kepentingan tertentu. Pihaknya mengaku sangat menyayangkan hal itu dilakukan walikota.

“Saya sangat menyayangkan keluarnya walikota. Karena banyak kerjaan kita yang harusnya selesai hari ini (kemarin, red), tapi dengan sarat kepentingan, malah walikota keluar dan itu menghambat semuanya,” kata dia. Kecaman kepada walikota juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Nasdem, Harry Saputra Gani (HSG).

Ia lantas menyalahkan TAPD yang ditudingnya tak menyampaikan informasi secara utuh terkait proses finalisasi RAPBD kepada walikota. “TAPD kemana saja? Harusnya memberi tahu dong ke walikota,” kata HSG.

Legislator yang juga menjadi bagian dari banggar itu menambahkan, pihaknya dan TAPD belum menyepakati RAPBD pada tahapan finalisasi di Kuningan. Oleh karenanya, HSG menilai wajar bila pengesahan APBD ditunda. Sehingga walikota tidak seharusnya bersikap berlebihan.

Anggota Fraksi PAN, H Sumardi, meminta agar pimpinan DPRD segera memanggil TAPD untuk meluruskan segala persoalan yang terjadi terkait pembahasan RAPBD.  “Saya mohon pimpinan DPRD memanggil TAPD secepatnya untuk meluruskan. Untuk harga diri DPRD juga ini,” kata sekretaris DPD PAN Kota Cirebon itu.

Sementara itu, setelah walikota walkout dan di hadapan anggota dewan, Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi menyampaikan penundaan pengesahan APBD 2016 dilakukan karena memang belum ada kesepakatan apapun antara TAPD dan banggar.

“Sejak Jumat jam 11.30 dan sebelumnya kita bersepakat, kalau hitungan kita belum disepakati, kita tunda pengesahannya. Betul kan? Saya sudah bilang ke Pak Sekwan, rapat banggar diskors. Artinya itu belum selesai. Karena substansinya belum selesai,” kata dia.

Untuk pembatalan pengesahan pun, diakui Edi, sudah disampaikan pihaknya kepada walikota melalui setwan. Sehingga, Edi menepis tudingan pembatalan pengesahan APBD dilakukan sepihak oleh dewan.

“Untuk Senin penetapan APBD 2016 ditunda. Saya konfirmasi pada hari Sabtu, saya telepon Pak Sekwan dan minta untuk ditunda. Kemudian Pak Sekwan sudah sampaikan ke walikota. Jadi, kalau sepihak, ini tidak benar,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Asep Dedi MSi mengaku, pembahasan finalisasi RAPBD sebetulnya tinggal sedikit lagi. “Memang tinggal sedikit lagi. Tinggal komunikasi antar pimpinan,” kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Asep Dedi, pengesahan APBD 2016 seharusnya sudah bisa dilaksanakan. Pihaknya menilai, hal itu layak dilakukan. Karena persoalan yang tersisa, tidak begitu signifikan.
“Sebetulnya tidak terlalu signifikan. Menurut kami layak untuk disahkan,” katanya. (jri)
   

Itulah tadi informasi dari daftar poker mengenai Anggota Dewan Merasa Dilecehkan oleh - teorikonspirasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami teorikonspirasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Posting Komentar

0 Komentar